Kamis, 29 Agustus 2013

revolusi kalbu


Kesadaran saya tentang hal ini dimulai ketika seorang teman menyampaikan kisah hidupnya kepada saya. Kisahnya sebagai berikut :
Materi ini bermula ketika saya bertemu dengan guru saya, semoga Allah merahmati beliau. Kami saat itu berdua belas. Ada teman yang bertanya. “Kyai, kenapa hidup ini penuh krisis, ngantri BBM, sulit, banyak orang miskin?” Jawaban sang guru sederhana sekali. “Sebenarnya Allah menciptakan manusia tidak ada lain, kecuali ingin DIMULIAKAN dan DIMANJA. Dimuliakan karena diberikan kepadanya ilmu, akhirnya malaikat diperintahkan tunduk kepada Adam. Setelah dimuliakan, kemudian Allah meletakkan Adam di Syurga, dimanja, setiap keinginan dikabulkan oleh Allah, seketika itu juga” cerita beliau. “Tapi, karena satu dosa, maka dipersulit hidupnya oleh Allah. Yang tadinya hidup dimanja, hanya terbetik di benak, langsung datang yang diinginkan, sekarang manusia harus berusaha. Mulai dari memanjat pohon, mengambilnya, memetiknya, baru makan. Lebih sulit hidupnya...” “Namun, dosa manusia tidak berhenti. Akhirnya kembali hidupnya jadi sulit. Sekarang tidak boleh mengambil, sekarang harus menanam, lebih sulit. Dosa lagi manusia, sekarang tidak boleh menanam. Harus Beli. Kerja keras banting tulang untuk membeli sesuatu, lebih sulit hidupnya. Dosa lagi manusia. Sekarang Ngutang!”
“Apakah dosa manusia berhenti? Tidak. Maka sekarang kita hidup gali lobang tutup lobang, bahkan gali sumur tutup lobang!... “ Ujar beliau sambil memperhatikan kami. “Maka, kalau hidup kita kembali ingin di manja, sederhana saja, JANGAN BUAT DOSA...!” tutupnya dengan hikmah.
Kemudian saya mendapatkan dalil dari Alquran untuk memperkuat pernyataan diatas.
Dalil-dalilnya sebagai berikut :
-