Kesadaran saya tentang hal ini dimulai
ketika seorang teman menyampaikan kisah hidupnya kepada saya. Kisahnya sebagai
berikut :
Materi ini bermula ketika saya bertemu
dengan guru saya, semoga Allah merahmati beliau. Kami saat itu berdua belas.
Ada teman yang bertanya. “Kyai, kenapa hidup ini penuh krisis, ngantri BBM, sulit,
banyak orang miskin?” Jawaban sang guru sederhana sekali. “Sebenarnya Allah
menciptakan manusia tidak ada lain, kecuali ingin DIMULIAKAN dan DIMANJA.
Dimuliakan karena diberikan kepadanya ilmu, akhirnya malaikat diperintahkan
tunduk kepada Adam. Setelah dimuliakan, kemudian Allah meletakkan Adam di Syurga,
dimanja, setiap keinginan dikabulkan oleh Allah, seketika itu juga” cerita
beliau. “Tapi, karena satu dosa, maka dipersulit hidupnya oleh Allah. Yang
tadinya hidup dimanja, hanya terbetik di benak, langsung datang yang
diinginkan, sekarang manusia harus berusaha. Mulai dari memanjat pohon,
mengambilnya, memetiknya, baru makan. Lebih sulit hidupnya...” “Namun, dosa
manusia tidak berhenti. Akhirnya kembali hidupnya jadi sulit. Sekarang tidak
boleh mengambil, sekarang harus menanam, lebih sulit. Dosa lagi manusia,
sekarang tidak boleh menanam. Harus Beli. Kerja keras banting tulang untuk
membeli sesuatu, lebih sulit hidupnya. Dosa lagi manusia. Sekarang Ngutang!”
“Apakah dosa manusia berhenti? Tidak.
Maka sekarang kita hidup gali lobang tutup lobang, bahkan gali sumur tutup
lobang!... “ Ujar beliau sambil memperhatikan kami. “Maka, kalau hidup kita kembali
ingin di manja, sederhana saja, JANGAN BUAT DOSA...!” tutupnya dengan hikmah.
Kemudian saya mendapatkan dalil dari
Alquran untuk memperkuat pernyataan diatas.
Dalil-dalilnya sebagai berikut :
-